Breaking News

Kadis PSDA Sumbar Harap Persoalan Dengan Wartawan Diselesaikan Secara Kekeluargaan


Fathol Bari Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sumatera Barat

Sebagai leader di Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Barat, Fathol Bari selalu menekankan kepada jajaranya untuk bekerja sesuai aturan saja. Terutama yang menyangkut pekerjaan infrastruktur untuk kepentingan orang banyak.

Selain itu, Ia juga menegaskan, kepada PPTK dan pengawas lapangan, untuk selalu memperhatikan mutu dan kwalitas secara on time, berkelanjutan mengawasi pekerjaan tersebut. 

Hal ini dilakukan untuk meminimalisir persepsi masyarakat terjadinya kecurangan dan adanya dugaan-dugaan permainan mata antara oknum PPTK ataupun Kabid Dinas SDA dengan rekanan.

Fathol juga menyayangkan sekaitan viralnya pemberitaan atas dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi pada pekerjaan pembangunan Batang Maransi di By Pass Kota Padang, yang berujung aksi premanisme melakukan pengancaman dan intimidasi oleh oknum bernama Zal kepada wartawan.

Untuk dugaan kecurangan material dan pasangan batu pada pekerjaan tersebut, Ia segera memerintahkan PPTK dan konsultan pengawas melakukan cross check lapangan.

Dan dengan tegas mengatakan kepada mereka agar memastikan material yang dipergunakan kontraktor harus sesuai dengan spesifikasi.

"Saya sudah instruksikan ke  PPTK dan konsultan pengawas untuk cek ke lapangan, dan saya tegaskan bahwa material yang dipake kontraktor dipastikan harus sesuai dengan spesifikasi". 

Ini disampaikan Kepala Dinas Sumber Daya Air Sumbar kepada media ini saat dikonfirmasi lewat pesan Whatsappnya beberapa waktu lalu.

Juga terkait adanya ancaman dan intimidasi kepada wartawan, Ia berharap agar persoalan ini secepatnya diselesaikan secara kekeluargaan dengan baik.

Sementara itu, Zal melalui Panjul selaku perwakilan perusahaan mengucapkan permintaan maaf atas miss comunication yang terjadi.

Sebenarnya tidak ada niat untuk melakukan itu. Namun saat itu, banyak persoalan yang sedang membelitnya, sehingga tidak bisa mengontrol emosi. Di bawah sadar, Ia tidak tahu apakah ucapanya keras atau intimidasi kepada wartawan.

Untuk itu, secara pribadi Ia berharap persoalan ini selesai secara kekeluargaan. Nal Koto

No comments