Saturday, February 3, 2024

Kehadiran Artis, Masih Belum Mampu Dongkrak Kunjungan Kampanye Anies di Kota Bukittinggi


Kampanye akbar yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumbar di Lapangan Atas Ngarai, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) terpantau sepi.


Kampanye akbar PKS tersebut diselenggarakan pada Sabtu (3/2/2024) mulai pukul 08.00 hingga 12.15 WIB.



Namun dari pantauan udara hingga pukul 11.07 WIB, massa yang menghadiri kampanye tersebut terlihat sepi dan tak memenuhi lapangan.



Dalam pantauan via video udara (drone) tersebut, tampak masih ada ruang kosong di lokasi kampanye tersebut, tepatnya di sisi kanan dan kiri panggung menghadap massa. Massa hanya memadati area depan panggung Kampanye Akbar DPW PKS Sumbar.



Padahal, PKS telah menghadirkan sejumlah tokoh di partai tersebut, seperti Ketua DPW PKS Sumbar yang juga Gubernur Sumbar, Mahyeldi dan Dewan Pakar DPP PKS, Mayjen TNI (Purn) Mochamad Fuad Basya.



Semula, dalam posternya, PKS menghadirkan Presiden PKS, Akhmad Syaikhu, Eks Menkominfo, Tifatul Sembiring hingga Gubernur Sumbar periode 2010-2020, Irwan Prayitno.



Namun, ketiga nama tersebut tidak hadir dan hanya diwakilkan oleh Mochamad Fuad Basya selaku Dewan Pakar DPP PKS.



Selain itu, dalam posternya, DPW PKS Sumbar juga mendatangkan Khairat KDI, Maidany, Shouturrisalah, Ammar Fariqi dan Ustaz Asyam Hafizh.



Ketua DPD PKS Kota Bukittinggi, Ibnu Asis membantah massa yang hadir pada kampanye akbar PKS Sumbar di wilayah yang dipimpinnya tersebut sepi.



"Massa yang hadir ramai, ada sekitar 10 ribu orang, Alhamdulillah lancar, tak ada kendala, mohon diviralkan," katanya.



Sebagaimana diketahui, PKS merupakan salah satu partai yang mengusung pasangan Anies-Muhaimin pada Pilpres 2024.



Sebelumnya, Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan telah hadir menyapa langsung para pendukungnya di parkiran Stadion Haji Agus Salim pada 25 Januari 2024 lalu.



Namun, sama dengan yang dialami PKS Sumbar di Kota Bukittinggi, kampanye akbar Anies Baswedan terpantau sepi. Bahkan, jumlah massa yang hadir tak lebih dari 5.000 orang.



Kabar kampanye sepi tersebut sempat dibantah oleh Ketua Tim Daerah Anies-Muhaimin, Rahmat Saleh.



Pria yang berada di kubu Anies pada Pilpres 2024 itu mengatakan gambar yang beredar diambil sebelum capres mereka datang ke lokasi kampanye.



"Ini memang pemberitaan yang tidak sesuai dengan fakta realita ya, mungkin yang mengambil gambar pemberitaan sebelumya itu diambil gambar sebelum jam 11 atau sebelum Pak Anies datang ya," katanya kepada awak media.



Rahmat mengatakan lokasi acara kampanye dipadati massa saat Anies tiba. Menurutnya, jumlah massa yang menghadiri kampanye Anies melebihi yang diperkirakan.



"Jadi ketika kami di puncak acara sekitar jam 11 sampai jam 12 itu alhamdulillah itu massa membludak ramai, kemudian acara penuh dan di luar dugaan kami. Alhamdulillah antusias masyarakat luar biasa sampai tempatnya membeludak," katanya.



Rahmat Saleh juga mengapresiasi masyarakat yang antusias meramaikan kampanye Anies di Sumbar. Ia mengatakan, para relawan hingga unsur partai pendukung hadir dengan sukarela.



"Atas nama Ketua Tim Daerah Anies-Muhaimin di Sumbar, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh partai koalisi. Kemudian simpul relawan yang sudah memaksimalkan dan luar biasanya semua yang hadir itu tanpa bayaran dan itu bisa dipastikan. Alhamdulillah datang dengan ikhlas penuh kerelaan," tuturnya. (Rel*)

Labels:

Thursday, January 18, 2024

Bobby Sujaryanto : Menciptakan Atlet Berprestasi Tak Bisa Instan


Araamandiri.com, 
Padang - Tokoh Olahraga Sumbar, Bobby Sujaryanto menekankan untuk menciptakan atlet berprestasi pembinaan atlet harus dilakukan berjenjang.


Menurut pria yang low profile ini, menciptakan atlet berprestasi tidak bisa instan, perlu proses yang dilalui dan siapkan,” terang Kader Partai Golkar ini di Padang, Kamis (18/1/24).


Apalagi, olahraga jauh dari sentimen-sentimen suku, ras maupun agama dengan mengedepankan sportifitas dan fairplay. Sehingga olahraga dapat menyatukan bangsa.


“Sebagai pencinta olahraga saya mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang terus menggalakkan olahraga, sepertihalnya KONI maupun organisasi olahraga lainnya,” terangnya.


Makanya, tambahnya, jelang pelaksanaan PON Aceh-Sumut, semua elemen harus bersatu dan satu suara untuk mendukung prestasi Sumbar di Multieven terbesar di nasional itu.


“Ratusan atlet kita sudah lolos PON. Ini harus kita dukung agar mereka bisa berprestasi. Tanpa ada dukungan tentu mustahil atlet kita bisa megukir prestasi,” terangnya. (*)

Labels:

Wednesday, December 27, 2023

Sejarah Perjalanan Kota Kota di Jepang

 Sejarah perjalanan kota-kota di Jepang sangatlah panjang dan bervariasi, karena negara ini memiliki warisan sejarah yang kaya dan kompleks. Di bawah ini adalah gambaran umum mengenai sejarah perjalanan kota-kota di Jepang:

  1. Awal Sejarah (Sebelum Abad ke-8): Kota-kota di Jepang memiliki sejarah yang panjang, dimulai dari zaman prasejarah dengan pemukiman-pemukiman yang berkembang di sepanjang pesisir dan lembah-lembah sungai. Pada abad ke-7, Jepang mengalami proses peradaban yang pesat, termasuk adopsi aksara Tionghoa dan sistem pemerintahan Tionghoa. Pada abad ke-8, Kyoto (dahulu bernama Heian-kyo) menjadi ibu kota dan pusat kebudayaan di bawah Kekaisaran Heian.


  2. Zaman Feodal (Abad ke-12 hingga Abad ke-19): Pada periode ini, kekuasaan di Jepang terpecah menjadi klan-klan samurai yang memerintah wilayah-wilayah mereka. Kota-kota kastil berkembang di sekitar kastil-kastil yang dibangun oleh daimyo (penguasa feodal). Contohnya, Edo (sekarang Tokyo) tumbuh sebagai pusat politik dan ekonomi selama periode ini. Osaka juga menjadi pusat perdagangan yang penting.


  3. Era Meiji dan Modernisasi (Akhir Abad ke-19): Pada akhir abad ke-19, Jepang mengalami Restorasi Meiji, yang membawa perubahan besar dalam struktur sosial, politik, dan ekonomi. Tokyo menjadi ibu kota baru, dan Jepang mulai mengadopsi model-model Barat dalam pembangunan kota. Industrialisasi dan modernisasi berkembang pesat, dan kota-kota seperti Osaka, Yokohama, dan Kobe menjadi pusat-pusat industri dan perdagangan.


  4. Periode Perang dan Pasca Perang (1930-an hingga 1950-an): Kota-kota Jepang mengalami penghancuran yang signifikan selama Perang Dunia II, terutama oleh serangan udara Amerika. Setelah perang, Jepang mengalami periode rekonstruksi yang cepat, dan kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka pulih menjadi pusat-pusat ekonomi yang kuat.


  5. Era Heisei hingga Sekarang (Akhir Abad ke-20 hingga 21): Pada era Heisei (1989-2019) dan setelahnya, Jepang terus mengalami perkembangan ekonomi dan teknologi yang pesat. Tokyo menjadi salah satu pusat keuangan dan teknologi terkemuka di dunia. Kota-kota lain seperti Kyoto dan Nara tetap menjadi tujuan wisata penting karena warisan sejarah dan budayanya.

Dalam perjalanan sejarahnya, kota-kota di Jepang telah menjadi saksi perubahan budaya, sosial, dan ekonomi yang signifikan, mencerminkan evolusi negara ini dari masyarakat agraris tradisional hingga salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Labels: