Breaking News

Ironi Pekerjaan Gagal, Embung Lasuang Batu 2021, Akankah Terulang ?


Araamandiri
Com, Sumbar - Masyarakat meragukan kinerja kepemimpinan Kepala BWSS V Padang, Dian Kamila untuk membangun Sumbar. Padahal, Ia merupakan harapan masyarakat Sumbar untuk bisa bekerja dan berbuat lebih baik di kampung halamanya sendiri.

Salah satu yang menjadi sandungan besar bagi Dian adalah Pembangunan Embung Lasuang Batu di Kabupaten Solok Selatan. Seperti diketahui, pada tahun 2021 pembangunan embung ini pernah gagal alias tidak selesai dikerjakan oleh kontraktor, sehingga menjadi pertanyaan dan kerugian besar bagi masyarakat sekitar.


Namun berkat kepiawaian Dian ke pemerintah pusat, entah bagaimana caranya, pekerjaan gagal yang terbengkalai itu akhirnya bisa juga dianggarkan dan dikerjakan pada tahun 2022 ini.

Hal ini tentu mendapat apresiasi besar dari berbagai kalangan.  Sehingga masyarakat bersyukur, karena kekecewaan mereka pada tahun sebelumnya terobati.

Namun sayang seribu kali sayang, pil pahit pada tahun 2021 ini sepertinya bakal terulang. Pasalnya, melihat dari hasil foto-foto kiriman rekan wartawan di lokasi proyek, ternyata banyak dugaan ketimpangan pembangunan itu tidak sesuai dengan spesifikasi.


Seperti, izin quary material batu masih diragukan keabsahanya. Sebab, dengan kondisi lokasi proyek di puncak bukit, menjadi peluang besar bagi kontraktor untuk memanfaatkan material batu hasil galian di lokasi proyek. 

Kondisi terlihat pada penggunaan pasangan material batu beton siklop dinding penahan tebing yang besaranya diduga tidak sesuai ketentuan. Ironisnya jarak dan susunan batu jeti ini tidak rapi dan terkesan dikerjakan oleh tukang yang tidak berpengalaman.

Selain material batu, kedalaman lantai kerja juga masih diragukan. Dimana dari gambar terlihat, kontraktor hanya melakukan pengecoran di atas tanah saja. 

Begitu juga dengan jarak begol dan besi yang dipergunakan terkesan melabrak spesifikasi yang ditetapkan.

Anehnya, pekerjaan yang di mulai tertanggal 24 Maret 2022 dengan pagu anggaran sebesar 3.190.478.000,- sebagai kontraktor CV. Putra Sulun ini, tidak jelas kapan pekerjaan ini selesai. 

Kasatker SV-PJPA WS Batang Hari BWSS V Padang, Tosweri saat dimintai komentar terkait dugaan dugaan persoalan diatas enggan menjawab. 

Reinier mantan ketua Gapeksindo yang juga pengamat pembangunan ini, saat dimintai tanggapanya beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa hal ini bisa terjadi karena lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh PPTK dan Konsultan pengawas, terhadap hasil kinerja kintraktor dilapangan. Sehingga kontraktor bekerja sesuka hatinya saja.

Ia berharap, Kasatker atau Kepala BWSS V Padang turun langsung kelapangan guna menyusuri dugaan dugaan ketimpangan diatas. Ucapnya.

Hingga berita ini tayang, redaksi masih berupaya mengumpulkan dan dan konfirmasi pada pihak pihak terkait. Ronald

No comments