Breaking News

Herman Tanjung : Dugaan Kongkalingkong Pekerjaan Batang Lurus Maransi


Ketua LSM BAN Sumbar Herman Tanjung

Araamandiri.com, Padang - Ironi pekerjaan pembangunan perkuatan tebing Batang Lurus Maransi yang dikerjakan CV. Syampello Kardenso senilai Rp2.307.429.518.12 berlokasi di Kota Padang yang baru selesai tahun 2022,  terlihat dengan jelas, dikerjakan asal jadi. 

Dari hasil lapangan, ditemukan struktur dinding perkuatan tebing sudah retak-retak dan patah. Selain itu coran semen pada jalan beton juga ditemukan berongga dibeberapa titik, sehingga dikwatirkan usia pakai struktur pekerjaan tidak bertahan lama.

Begitu juga dengan kondisi pemadatan tanah, dimana terlihat tidak dilakukannya pemadatan yang maksimal. Sehingga berdampak terhadap struktur pekerjaan di atasnya, menjadi labil dan mudah rusak.

Hal ini dikatakan Herman Tanjung selaku Ketua LSM BAN Sumbar kepada media ini beberapa saat lalu.

Ia menduga, pekerjaan dengan nomor kontrak : 04.14/PPSDA-SDABK/APBD/VI/2022 dilakukan dengan asal-asalan, dan disinyalir ada kongkalingkong rekanan dan PPK  sehingga mengabaikan mutu dan kualitas yang  telah ditentukan, mengakibatkan terjadinya kerugian negara yang tidak sesuai dengan perencanaan. 

Tentu, persoalan ini bisa terjadi, karena lemahnya pengawasan dari supervisi dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sumatera Barat sendiri, selaku penanggungjawab terhadap pekerjaan rekanan tersebut, ucapnya.
Ditemukan coran yang berongga dibeberapa titik, kuat dugaan adukan semen tidak maksimal

"Jika memang terjadi kerugian negara, maka Ia akan membuat surat laporan ke aparat hukum", tegasnya.
Sementara itu Rahmad Yuhendra yang akrab disapa Eeng selaku PPK pekerjaan saat dikonfirmasi persoalan di atas menjelaskan, bahwa pekerjaan itu akan diperbaiki oleh kontraktor. Karena pada akhir tahun 2022, pekerjaan baru 93%, sehingga dilakukan perpanjangan selama 50 hari kerja dengan konsekwensi denda perhari.

Dan sampai dengan tanggal 31 Januari,  mereka masih punya sisa waktu 20 hari lagi untuk menyelesaikan pekerjaan yang tidak sesuai iadwal.

Saat ditanya, apakah pada akhir tahun 2022 dengan kondisi pekerjaan 93%, apakah ada kejanggalan dan dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Inilah contoh sruktur pekerjaan yang kurangnya pemadatan
Sayangnya Eeng hanya menjawab, "Saya akan cek kembali dan kalau ada yang harus diperbaiki kewajiban rekanan memperbaiki".

 Saat didesak, mengapa hal ini bisa terjadi ?. Ia pun hanya menjawab "saya akan cek kembali", jawabnya dengan enteng.

Hingga berita ini tayang, redaksi masih berupaya mengumpulkan data dan konfirmasi kepada pihak pihak terkait. N3K

No comments